Showing posts with label B.Indonesia. Show all posts
Showing posts with label B.Indonesia. Show all posts

Rangkuman Bahan Pelajaran Bahasa Indonesia Smp Kelas Ix Semester I

10:22 PM Add Comment
Hay  untuk kali ini materi-sekolah akan membahas pelajaran Bahasa Indonesia untuk kalian Kelas IX SMP. Untuk kalian yang kelas IX pelajaran di sekolah dikala ini merupakan dimana pelajar akan mendapat pengulangan pelajaran dari materi-materi yang sebelumnya pernah dipelajari di kelas VII dan VIII. Kenapa? Karena kelas IX ialah kita dipersiapkan untuk mengulang materi lalu bersiap untuk menghadapi Ujian Nasional Kelulusan yang sebentar lagi akan segera dilaksanakan.


Nach...Untuk itulah kali ini materi-sekolah.com akan memperlihatkan Rangkuman Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama Kelas IX Semester I, supaya dengan rangkuman ini teman-teman sanggup mencar ilmu lebih mudah.

Ini hanyalah Materi Bahasa Indonesia rangkuman, jadi untuk artikel lengkapnya sanggup cek di artikel yang lain ya.

Rangkuman Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama Kelas IX Semester I

Materi Menyimpulkan

Menyimpulkan ialah aktivitas berpikir untuk menyatakan sesuatu berdasar fakta atau pendapat yang telah ada sebelumnya. Menyimpulkan sama juga artinya mengambil makna dengan singkat, dan jelas.

Teknik Menyimpulkan
  • Pola khusus-umum, yaitu contoh menyimpulkan yang diawali dengan pernyataan khusus lalu dibuatkan contoh umumnya(Generalisasi).
  • Pola Sebab-Akibat, yaitu menyimpulkan sesuai namanya yaitu contoh yang diawali dengan pernyataan alasannya ialah lalu diakhiri dengan pernyatan akibat.

Materi Syair

Syair ialah bentuk puisi lama, atau Syair ialah salah satu puisi usang yang berawal dari persia, masuk ke Indonesia berbarengan dengan masuknya Islam ke Nusantara.

Ciri-ciri Syair
  • Setiap bait, terdiri dari empat baris.
  • Setiap baris, terdiri dari atas 8-14 suku kata.
  • Bersajak a-a-a-a.
  • Semua baris ialah isi.
  • Bahasanya mengandung kiasan.

Materi Mengkritik

Mengkritik ialah bentuk penyampaian evaluasi perihal sebuah karya, yang bertujuan untuk membangun dan memperbaiki.

Hal yang harus diperhatikan dalam mengkritik
  • Kelogisan kalimat.
  • Harus membangun dan sesuai fakta.
  • Bisa direalisasikan.
  • Santun dalam menyampaikan.

Materi Membaca Cepat

Membaca Cepat ialah metode untuk mendapat informasi dari sebuah baca’an dengan sangat cepat, tetapi tidak melewatkan informasi penting dalam sebuah bacaan.

Faktor Penyebab Membaca Cepat
  • Kosakata yang kurang
  • Regresi – membaca kembali materi yang sama secara berulang
  • Subvokalisasi – melafalkan kata di pikiran ketika membacanya
  • Persepsi yang salah – sanggup lantaran gerakan mata yang salah atau masa persepsi yang lambat

Materi Iklan

Iklan ialah cara memberikan informasi kepada khalayak ramai yang bertujuan untuk membujuk atau menghipnotis khalayak ramai untuk membeli sebuah produk yang ditawarkan.\

Tujuan Iklan
  • Memberitahukan kepada khalayak ramai perihal suatu produk.
  • Mempengaruhi khalayak ramai perihal suatu produk.
  • Menyarankan seseorang untuk membeli suatu produk yang di iklankan.
  • Memberikan informasi perihal produk.
  • Menarik khalayak ramai.
  • Dan lain-lain

Materi Fakta dan Opini

Fakta ialah sesuai yang benar terjadi, dan sanggup dibuktikan kebenarannya.

Ciri-ciri Fakta
  • Bersifat Objektif.
  • Memiliki data yang akurat, ibarat tanggal, dan daerah kejadian.
  • Ada nasarumber yang sanggup dipercaya.
  • Menunjukkan bencana telah terjadi.

Opini ialah hasil pemikian atau anggapan seseorang atau kelompok.

Ciri-ciri Opini
  • Pernyataan berupa saran, kritikan, usul, dan nasihat.
  • Belum sanggup dibuktikan.
  • Bersifat subyektif.

Materi Pidato

Pidato ialah bentuk komunikasi memberikan innformasi secara verbal kepada khalayak ramai, atau komunikasi pasif.

Ciri-ciri Pidato
  • Memiliki tujiuan yang jelas.
  • Isi benar, sesuai kenyataan dan fakta.
  • Penyampaian sesuai pendengar.
  • Menarik.
  • Intonasi, artikulasi, dan Volume jelas.

Itulah beberapa Rangkuman Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama Kelas IX Semester I, yaitu mencakup materi menyimpulkan, syair, mengkritik, membaca cepat, iklan, fakta dan opini, dan terakhir materi pidato. Semoga sanggup membantu kalian yang kelas IX untuk mencar ilmu dirumah. Semoga lulus Ujian Sekolah dengan nilai Tinggi.

Rangkuman Bahan Bahasa Indonesia Kelas Vii

6:08 AM Add Comment
Halo para pembaca dan pelajar kali ini saya akan membagikan  rangkuman bahan pelajaran bahasa Indonesia kelas VII/7 lengkap dari semester 1 dan semester 2 berdasarkan kurikulum 2013. Nah tanpa perlu banyak basa busuk pribadi saja dilihat rangkuman bahan bahasa indonesia kelas VII/7 dibawah ini. Cekidot....
 Halo para pembaca dan pelajar kali ini saya akan membagikan  RANGKUMAN MATERI BAHASA INDONESIA KELAS VII


Bab 1 Teks Laporan Hasil Observasi

Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi yakni teks yang memuat penjabaran mengenai jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Teks laporan bersifat global atau universal. Teks laporan lebih menekankan pada pengelompokan aneka macam hal ke dalam jenis sesuai dengan ciri setiap jenis pada umumnya.

Ciri Teks Laporan Hasil Observasi

  • bersifat objektif
  • penulisannya harus berdasarkan fakta yang ada ketika observasi
  • tidak memihak
  • tidak mengandung dugaan atau pendapat yang menyimpang dari topik.
  • bersifat universal dan global
  • penulisannya secara lengkap supaya tak terjadi ketimpangan pada hasil yang disampaikan
  • penyajian teks ini disajikan secara menarik dengan memakai bahasa yang baku dan berbobot.

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi yakni bagian-bagian yang membangun sebuah teks menjadi sebuah teks laporan hasil observasi, Secara umum, teks laporan hasil observasi mempunyai 2 struktur, diantaranya yaitu (1) Pernyataan umum (klasifikasi), merupakan semacam pembuka atau pengantar perihal hal yang dilaporkan. (2) Anggota/aspek yang dilaporkan, merupakan bahasan atau rincian perihal objek yang diamati. Selain itu ada juga
  • Definisi Umum, yakni pembukaan yang berisi pengertian perihal sesuatu yang dibahas didam teks.
  • Definisi Bagian, yakni bab yang berisi inspirasi pokok dari setiap paragraf (penjelasan rinci).
  • Definisi Manfaat, bab yang menjelaskan manfaat dari sesuatu yang dilaporkan
  • Penutup, yakni bab rincian final dari teks.
Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi : Teks laporan hasil observasi mempunyai ciri kebahasaan yang diantaranya mengandung frasa, konjungsi, verba, nomina, kalimat kompleks dan simplek, dan juga lainnya. 
  • Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi : 
  • Mengatasi suatu masalah
  • Mengambil suatu keputusan yang lebih efektif
  • Mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu masalah
  • Mengadakan pengawasan dan perbaikan
  • Menemukan teknik–teknik baru
Bab 2 Teks Deskripsi
Pengertian teks deskripsi yakni teks yang menggambarkan keadaan, bentuk, atau suasana tertentu, menyerupai benda, orang, daerah sesuai dengan objek yang sebenarnya.

Ciri-ciri Teks Deskripsi
  • Menggambarkan atau melukiskan sesuatu.
  • Penggambaran tersebut dituangkan dalam sebuah paragraph yang dilakukan secara terang dan melibatkan kesan pada sebuah indera 
  • Gambaran tersebut membawa pembaca menjadi seolah olah sanggup melihat secara pribadi perihal obyek yang digambarkan atau diceritakan tersebut 
  • Menceritakan ciri ciri khususnya ciri fisik menyerupai bentuk, ukuran, warna dan lain lain.
Struktur teks yakni bagian-bagian terpisah yang membangun sebuah teks hingga menjadi sebuah teks yang utuh. Adapun struktur teks pada teks deskripsi diantaranya yaitu identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi bagian. Untuk lebih jelasnya kalian sanggup melihatnya dibawah ini.
  • Identifikasi, merupakan penentu (penetap) identitas seseorang, benda, dan sebagainya.
  • Klasifikasi, merupakan penyusunan bersistem dalam kelompok berdasarkan kaidah atau standar yang telah ditetapkan.
  • Deskripsi bagian, merupakan bab teks yang berisi perihal gambaran-gambaran bab di dalam teks tersebut.
Jenis-Jenis Teks Deskripsi
  • Teks deskripsi sugestif yakni teks deskripsi yang dilakukan dengan cara penulis membuat suatu penghayatan terhadap obyek melalui imajinasi para pembaca
  • Teks deskripsi eksplanatori yakni teks deskripsi yang bertujuan memberi citra secara fisik sehingga orang akan sanggup mengenali objek jikalau bertemu atau melihat secara langsung
Bab 3 & 4 Teks Eksposisi

Pengertian teks eksposisi yakni paragraf atau karangan yang terkandung sejumlah informasi dan pengetahuan yang disajikan secara singkat, padat, dan akurat. Paragraf eksposisi ini bersifat Ilmiah atau sanggup dikatakan non fiksi. Contoh-contoh teks eksposisi sanggup dilihat berita-berita atau koran

Jenis-Jenis Teks Eksposisi
  • Eksposisi definisi
  • Eksposisi Proses
  • Eksposisi Klasifikasi
  • Eksposisi Ilustrasi
  • Ekskposisi Perbandingan
  • Eksposisi Laporan
Ciri-Ciri Teks Eksposisi 
  • Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan 
  • Gaya informasi yang mengajak 
  • Penyampaian secara lugas dan memakai bahasa yang baku 
  • Tidak memihak artinya tidak memaksakan kemauan penulis terhadap pembaca 
  • Fakta dibakai sebagai alat bantuan dan alat kontritasi 
Struktur Teks Eksposisi
  • Tesis (Pembukaan)
  • Argumentasi (Isi)
  • Penegasan Ulang (Penegasan ulang)
  • Tujuan teks eksposisi yakni untuk memaparkan atau menjelaskan infomasi-informasi tertentu sehingga pengetahuan para pembaca bertambah

Bab 5 Teks Eksplanasi

Pengertian Teks Eksplanasi yakni teks yang berisi perihal proses 'mengapa' dan 'bagaiman' kejadian-kejadia alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya sanggup terjadi. Suatu insiden baik insiden alam maupun insiden seosial yang terjadi di sekitar kita, selalu mempunyai korelasi lantaran jawaban dan mempunyai proses.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi
  • Informasi-informasi yang termuat didalamnya berdasarkan fakta
  • Hal yang dibahas yaitu suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau bekerjasama dengan ilmu pengetahuan
  • Sifatnya informatif dan tidak berusaha untuk memengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas
  • Terdiri dari pernyataan umum, urutan lantaran akibat, dan interpretasi
Struktur Teks Eksplanasi yang Benar
  • Pernyataan Umum (General Statement), merupakan bab pertama dari teks eksplanasi yang isinya mengenai penyampaian topik atau permasalahan yang akan dibahas. Bagian ini berisi citra mengenai apa dan mengapa fenomena tersebut sanggup terjadi. Penulisan dari pernyataan umum ini harus menarik supaya pembaca mau membaca teks eksplanasi tersebut hingga selesai
  • Deretan Penjelas (urutan lantaran akibat), pada bab ini terdapat klarifikasi yang detail dari suatu fenomena yang dibahas secara mendalam dan berdasarkan urutan waktu
  • Interpretasi, merupakan bab final atau epilog dari teks eksplanasi yang berisi inti sari atau kesimpulan dari topik atau proses yang dibahas
Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi
  • Teks eksplanasi pada umumnya mempunyai ciri bahasa sebagai berikut
  • Fokus pada hal umum (generic), bukan partisipan insan (nonhuman participants), contohnya gempa bumi, banjir, hujan, dan udara
  • Dimungkinkan memakai istilah ilmiah
  • Lebih banyak memakai kata kerja material dan relasional (kata kerja aktif)
  • Menggunakan konjungsi waktu dan kausal, contohnya jika, bila, sehingga, sebelum, pertama, dan kemudian
  • Menggunakan kalimat pasif
  • Eksplanasi ditulis untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang diterangkan secara kausal itu benar adanya
Bab 6 Cerpen

Pengertian Cerpen yakni suatu karya sastra pendek yang menceritakan kisah kisah dari suatu tokoh yang di dalamnya terdapat permasalahan serta solusi dari duduk kasus tersebut.
Struktur Cerpen
  • Abstrak merupakan bab awal dalam kisah atau ringkasan utama dari cerpen yang dikembangkan dalam rangkaian-rangkaian peristiwa. Dalam sebuah cerpen struktur aneh bersifat opsional (boleh ada ataupun tidak).
  • Orientasi, pada bab ini berkaitan dengan waktu, tempat, suasana dan alur pada kisah tersebut.
  • Komplikasi, pada bab komplikasi berisikan urutan dari insiden yang dihubungkan dengan lantaran dan akibat. Pada bab ini biasanya pertanda tabiat dari tokoh cerpen tersebut serta mulai muncul kerumitan.
  • Evaluasi merupakan struktur konflik yang terjadi serta mengarah pada puncak atau klimaks. Pada bab ini sudah mulai muncul penyelesaian dari konflik yang muncul dalam cerpen.
  • Resolusi pada bab struktur ini berisikan solusi dari duduk kasus yang dihadapai dalam cerita.
  • Koda (coda), pada bab ini berisikan amanat berupa nilai atau pelajaran yang disisipkan penulis dalam kisah tersebut supaya pembaca sanggup memetik pelajaran dari amanat tersebut
Ciri-Ciri Cerpen
  • Ceritanya jauh lebih pendek dibanding dengan novel.
  • Memiliki jumlah kata kurang dari 10.000 kata atau tidak lebih dari 10 halaman.
  • Cerita yang diceritakan biasanya bersumber dari kehidupan sehari-hari .
  • Dalam cerpen hanya menceritakan inti sari dari kisah tersebut bukan kisah detail para tokohnya
  • Dalam cerpen tokoh akan dihadapkan pada suatu permasalahan atau konflik yang pada kesudahannya akan menemukan penyelesaian dari konflik tersebut.
  • Pemakaian kata yang sederhana sehingga gampang dikenal pembaca.
  • Pembaca sanggup ikut mencicipi pribadi kisah yang diceritakan lantaran kesan yang ditinggalkan cerpen sangat mendalam
  • Mempunyai alur kisah lurus dan tunggal
  • Pendalam tokohnya sangat sederhana
  • Biasanya hanya menceritakan 1 insiden atau insiden saja
Unsur Intrinsik Cerpen
  • Tema : Tema yakni gagasan utama yang menjadi dasar jalannya kisah dalam kisah pendek.
  • Alur/Plot : Alur merupakan urutan tahapan jalannya sebuah cerita. Mulai dari perkenalan kemudian muncul sebuah konflik permasalahan kemudian peningkatan konflik kemudian Klimaks atau puncak dari konflik yang dihadapai kemudian penurunan konflik serta penyelesaian.
  • Setting Setting dalam kisah pendek meliputi daerah atau latar, waktu, suasana yang tergambar dalam kisah pendek.
  • Tokoh : Tokoh merupakan seseorang yang menjadi pelaku atau yang terlibat dalam jalannya cerita. Dalam sebuah kisah pendek biasanya setiap tokoh mempunyai tabiat huruf sendiri-sendiri.Di dalam sebuah kisah terdapat juga tokoh antagonis atau tokoh yang mempunyai huruf jahat , protagonis atau tokoh yang mempunyai huruf baik serta figuran yang hanya sebagai tokoh pendukung.
  • Penokohan :Penokohan yakni sifat dari tokoh yang tercermin dari sikap, perilaku, ucapan, pikiran ,dan pandangannya terhadap suatu hal dalam cerita.
Metode Penokohan didalam sebuah cerpen
  • Metode Analitik, metode ini menggambarkan sifat tokoh yang ada dalam kisah secara langsung. Seperti : penakut, pemalu, pembohong, dan lain-lain.
  • Metode Dramatik, dalam metode ini yakni kebalikan dari metode analitik,pada metode ini pengggambaran sifat tokoh digambarkan secara tidak pribadi dengan penggambaran fisik, percakapan, dan reaksi tokoh lain.
Sudut Pandang Cerpen
  • Sudut pandang Orang Pertama Pelaku Utama, Dalam sudut pandang ini tokoh “aku” akan menjadi sentra perhatian dan tokoh utama yang menceritakan perihal insiden yang  dialaminya  dalam kisah pendek.
  • Sudut pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan, Dalam bab ini tokoh “aku” muncul sebagai pelaku suplemen atau saksi saja.Biasa nya tokoh “aku” hanaya muncul dalam pengantar dan epilog cerita.
  • Sudut pandang Orang ketiga serba tahu, Sudut pandang ini menceritakan melalui sudut pandang “dia”, tapi pengarang atau narator mengetahui segala hal yang bekerjasama dengan tokoh “dia”. Pengarang cerpen mengetahui segalanya
  • Sudut pandang Orang ketiga Pengamat, Dalam sudut pandang ini pengarang hanya menggambarkan apa yang dirasakan, dialami, dilihat, dan dipikir oleh seorang tokoh
Unsur ekstrensik
Latar Belakang Masyarakat
Latar belakang masyarakat yakni pangaruh kondisi latar belakang yang terdapat di masyarakat yang sanggup menghipnotis terbentuknya jalan kisah dalam cerpen, Pengaruh kondisi tersebut menyerupai kondisi politik, ideologi, sosial masyarakat, dan kondisi ekonomi masyarakat.

Latar Belakang Pengarang
Latar belakang pengarang meliputi perihal pemahaman, faktor-faktor, atau motivasi pengarang untuk membuat sebuah cerpen. Latar Belakang Pengarang Meliputi
  • Riwayat Hidup Pengarang 
  • Kondisi Psikologis 
  • Aliran Sastra 
Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Cerpen
  • Nilai agama : Berkaitan dengan pelajaran agama yang sanggup dipetik dalam teks cerpen
  • Nilai Sosial : Berkaitan dengan pelajaran yang sanggup dipetik dari interaksi sosial antara para tokoh dan lingkungan masyarakat dalam teks cerpen
  • Nilai moral : Nilai ini berkaitan dengan nilai yang dianggap baik atau jelek dalam masyarakat. Dalam cerpen nilai moral sanggup berupa nilai moral negatif (buruk) atau nilai moral positif (baik)
  • Nilai budaya : Nilai yang berkaitan dekat dengan kebudayaan , kebiasaan, serta tradisi tabiat istiadat
Bab 7

Gabungan antara teks hasil observasi, teks eksposisi, dan teks eksplanasi

Bab 8

Bab I—VII kau sudah menguasai jenis teks laporan hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan teks kisah pendek? Kamu tentu sudah paham bahwa tiap-tiap teks tersebut berstruktur yang berbeda. Di samping itu, kau juga sudah menguasai aneka macam unsur kebahasaan, menyerupai konjungsi, pengacuan, kalimat simpleks, kalimat kompleks, aspek, dan modalitas.
Pada Bab VIII ini kau dihadapkan pada aneka macam jenis teks. Untuk itu, kau diminta untuk menganalisis, meringkas, dan merevisi teks yang sudah disajikan. Di dalam menganalisis dan merevisi teks tersebut, kau harus berpedoman pada struktur teks dan unsur kebahasaan yang sudah diajarkan di Bab I—VII

Nach itulah rangkuman bahan bahasa indonesia kelas VII berdasarkan kurikulum 2013, semoga sanggup membantu anda sekalaian. kunjungi juga artikel yang lain di blog ini...trima kasih

Contoh Pidato Perpisahan

11:09 PM Add Comment
Disini akan saya kasih pola untuk anda sekalian mengenai pidato. Khususnya pidato untuk perpisahan sekolah.
Karena di setiap program perpisahan sekolah niscaya ada pidato untuk para siswa yang lulus mengasihkan ucapan perpisahan terhadap guru, adik - adik kelas dan juga untuk para sahabat temannya yang selama tiga tahun mencari ilmu bersama di sekolahan. Pasti anda sekalian akan mengasih ucapan yang tak terlupakan untuk para penonton yang hadir dan juga pastinya kalaian merangkai kata kata yang indah dan membikin terharu para penonton.
nach pribadi aja akan saya kasih contoh pidato perpisahan tersebut.
Disini akan saya kasih pola untuk anda sekalian mengenai pidato Contoh Pidato Perpisahan

Pembukaan Pidato Perpisahan Sekolah :

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Hadirin yang saya hormati,
Jasamu Jiwaku


Pertama-tama, kita patut bersyukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Dengan izin Tuhan kita sanggup hadir dalam rangka pembukaan pelaksanaan program perpisahan sekolah ini.

Saya mewakili seluruh siswa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyempatkan hadir dalam program istimewa ini. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran para orang renta siswa, guru-guru, kepala sekolah, staf sekolah serta teman-teman semua.

Isi pidato perpisahan sekolah :

Hadirin yang saya hormati,

Tidak terasa waktu telah berlalu sampai pada hari ini kita sedang menuju gerbang perpisahan dan akan melangkah dalam perjalanan kehidupan yang gres di depan. Segala hal yang kami peroleh selama ini di sekolah ini sangatlah berarti dan akan terus kami kenang.
Kami mengucapkan terima kasih kepada guru-guru yang telah sabar dan telaten membimbing kami menimba ilmu. Kami berdoa agar apa yang telah diberikan menjadi bekal kami untuk menjadi insan yang berguna.


Penutup Pidato Perpisahan Sekolah :

Di mana ada perjumpaan, niscaya ada perpisahan. Semoga pula perpisahan kali ini bukanlah final dari segalanya. Kami yang nantinya akan menjadi alumni sekolah akan tetap menjalin silaturahmi dengan sekolah kami yang tercinta ini. Kami pun selaku siswa mungkin telah banyak menciptakan kesalahan dan merepotkan pihak-pihak pendidik di sekolah ini. Kami mengucapkan beribu-ribu maaf kepada ibu dan bapak guru semua.

Demikianlah sambutan dari saya selaku perwakilan siswa dalam program perpisahan sekolah tercinta ini. Semoga kelak kita sanggup meraih harapan dengan terus semangat!


Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Diatas yakni contoh pidato perpisahan atau pelepasan siswa siswi yang lulus sekolah. Selain pidato disini juga akan saya tampilkan contoh puisi untuk program perpisahan.

Jasamu Jiwaku
Tetesan keringat jerih payahmu…
Jemari-jemarinya luluh lantakan meja…
Di ajarkannya berdo’a dan bernyanyi…
Alun-alun semilir indahkan kedamaian cinta…
Menegakkan tubuh menghargai jasanya…
Menuruti langkahnya jejak pun ada…
Jiwanya memperlihatkan pengorbananya…
Tinta-tinta bocor tumpahkan darahnya…
Lembaran pun tersobek-sobek singgasana…
Suaranya menggemakan dunianya…
Gertakan langkahnya dan detakan jantungnya…
Ku haturkan terima kasih kepadanya…
Wahai guruku…jiwaku…
Tanpamu saya tak akan sanggup terbang sampai ke langit
Permata indah, indahkan cinta…
Gemerlap dari matamu selalu senyumkan hatiku…
Terima kasih guruku…

Nach itulah contoh pidato dan puisi perpisahan sekolah. agar sanggup menjadi ide anda untuk menciptakan pidato dan puisi yang manis untuk program perpisahan.

Jadwal Pelaksanaan Un Dan Usbn Tahun 2017

3:20 PM Add Comment

Jadwal Pelaksanaan UN dan USBN Tahun 2017


Tentang aktivitas UN 2017 kapan dilaksanakan, berikut saya bagikan aktivitas lengkap UN untuk SMP, SMA, dan Sekolah Menengah kejuruan tahun pelajaran 2016/2017 yang dikutip dari website resmi Kementerian Pendidikan Indonesia; kemdikbud.go.id.
Beberapa hal yang perlu diketahui wacana pelaksanaan UN dan USBN tahun 2017: 

 berikut saya bagikan aktivitas lengkap UN untuk Sekolah Menengah Pertama Jadwal Pelaksanaan UN dan USBN Tahun 2017

Kebijakan wacana Ujian Nasional dan Ujian Sekolah 2017


  1. Ujian Nasional tetap dilaksanakan.
  2. Ujian Sekolah ditingkatkan mutunya menjadi USBN 2017 (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) untuk beberapa mata pelajaran.
  3. Memperluas pelaksanaan ujian berbasis komputer, baik UN maupun USBN.

Mata Pelajaran yang diujikan pada UN dan USBN tahun 2017

 berikut saya bagikan aktivitas lengkap UN untuk Sekolah Menengah Pertama Jadwal Pelaksanaan UN dan USBN Tahun 2017

Mata Pelajaran UN Jenjang SMP
• Matematika
• Bahasa Indonesia
• Bahasa Inggris
• IPA

Mata Pelajaran USBN Jenjang SMP
• Pendidikan Agama
• PPKN
• IPS

Mata Pelajaran UN Jenjang SMA
• Matematika
• Bahasa Indonesia
• Bahasa Inggris
• Mapel pilihan sesuai jurusan (1 mapel)

Mata Pelajaran USBN Jenjang SMA
• Pendidikan Agama
• PPKN
• Sejarah
• 3 Mapel sesuai aktivitas studi siswa

Mata Pelajaran UN Jenjang SMK
• Matematika
• Bahasa Indonesia
• Bahasa Inggris
• Teori Kejuruan

Mata Pelajaran USBN Jenjang SMK
• Pendidikan Agama
• PPKN
• Keterampilan Komputer

Jadwal Persiapan dan Pelaksanaan UN dan USBN 2017



  • Kisi-kisi UN dan USBN selesai dibuat: 21 Desember 2016
  • Pelatihan narasumber tingkat provinsi: 31 Januari 2017
  • KKG/MGMP selesai menyusun soal mandiri: 15 Maret 2016
  • Perakitan dan distribusi master soal ke sekolah: 1 April 2017
  • Pelaksanaan UN SMK: 3-6 April 2017
  • Pelaksanaan UN SMA/MA: 10-13 April 2017
  • Pelaksanaan UN SMP/MTs gelombang I: 2, 3, 4, 15 Mei 2017
  • Pelaksanaan UN SMP/MTs gelombang II: 8, 9, 10, 16 Mei 2017


Untuk Bapak/Ibu Guru yang membutuhkan Kisi Kisi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2016/2017, sudah resmi dikeluarkan oleh BSNP pertanggal 23 Desember 2016. Silakan sanggup diunduh di sini:



Persiapan Pelaksanaan UN 2017

  1. Untuk meningkatkan efisiensi, mutu, reliabilitas, integritas, dan kehematan UN dilaksanakan dengan moda UNBK
  2. Jadwal UN jenjang SMK, SMA/MA, dan SMP/MTs tidak bersamaan sehingga komputer sanggup dipakai bergantian (resource sharing)
  3. Sekolah/Madrasah dengan jumlah komputer lebih dari 20 buah dan mempunyai server sanggup ditetapkan menjadi tempat pelaksanaan UNBK
  4. Siswa SMA/MA dari sekolah yang belum mempunyai infrastruktur UNBK mengikuti ujian di Sekolah Menengah kejuruan atau SMP/MTs pelaksana UNBK, demikian pula sebaliknya
  5. Dinas Provinsi/Kabupaten (Sesuai kewenangan) memutuskan tempat ujian bagi siswa dari sekolah yang belum mempunyai kemudahan berdasar kedekatan jarak antar sekolah
  6. Sudah terdata 12.053 sekolah/madrasah siap menjadi tempat pelaksana UNBK, dengan kapasitas total 2.188.947 siswa. Sisanya sanggup bergabung/bergantian di sekolah UNBK


Kesiapan Ujian Nasional 2017


1. Soal UN 2017:
  • Soal ujian untuk jenjang SMP/MTs, SMA/MA, SMK, SMPLB/SMALB untuk seluruh mapel yang diujikan telah siap dalam Bank Soal
  • Soal ujian untuk Paket B, dan C telah siap dalam Bank Soal
  • Total telah disiapkan soal untuk 88 Mata Pelajaran banyak sekali jenjang @40-50 soal dengan banyak sekali varian sesuai kebutuhan


2. Metode Pelaksanaan UN 2017:
  • Direncanakan semaksimal mungkin dengan UNBK, terutama pada jenjang SMA/MA/sederajat, diperkirakan 85-90% siswa memakai UNBK, sisanya dengan basis kertas (dicetak)
  • Pada jenjang SMP/MTs/sederajat, diperkirakan 50% dengan UNBK, sisanya dengan basis kertas



3. Pengorganisasian kegiatan UN 2017:
  • Dibentuk Kepanitiaan tingkat Pusat dan Daerah ibarat tahun-tahun sebelumnya dengan memperkuat tugas LPMP dan melibatkan Komite Sekolah dan Perguruan Tinggi
  • Rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten-Kota: 22 Desember 2016
  • Rapat Koordinasi dengan KemristekDikti dan Panitia SNMPTN: 23 Desember 2016


4. Jadwal Pelaksanaan UN 2017:
- UN Sekolah Menengah kejuruan : 3-6 April 2017
- UN SMA/MA :10-13 April 2017
- UN SMP/MTs gel I: 2, 3, 4, 15 Mei 2017; gel II: 8, 9, 10, 16 Mei 2017

Informasi Spasial UNBK tahun 2017

Telah dilakukan pemetaan Sekolah-sekolah yang akan menjadi sekolah acuan sebagai tempat penyelenggara UNBK bagi sekolah sekitar yang belum bisa menyelenggaran UNBK.

Langkah-langkah:

  1. Penunjukkan admin UN Kab-Kota dan Provinsi, dan mendaftar di website http://sdm.data.kemdikbud.go.id untuk mendapat login dan selanjutnya berkomunikasi dengan admin Pusat.
  2. Memastikan sekolah-sekolah yang sanggup menjadi acuan sebagai tempat penyelenggara UNBK bagi sekolah lain.

Pemilihan sekolah acuan tempat UNBK oleh Kab-Kota


Persiapan Pelaksanaan USBN 2017

1. Mata pelajaran yang diujikan pada USBN 2017:

* SMP: Pendidikan Agama, PPKN, IPS
* SMA: Pendidikan Agama, PPKN, Sejarah, dan 3 mapel sesuai aktivitas studi siswa
  1. IPA:Fisika, Kimia, Biologi;
  2. IPS: Ekonomi, Geografi, Sosiologi;
  3. Bahasa: Sastra Indonesia, Antropologi, Bahasa Asing
* SMK: Pendidikan Agama, PPKN, Keterampilan Komputer


2. Jadwal Pelaksanaan USBN tahun 2017:

  • Guru instruktur diberikan training penulisan kisi-kisi/indikator soal, penulisan soal, dan penskoran soal baik pilihan ganda maupun uraian (esai) beserta rubrik penilaiannya
  • Penulisan soal oleh guru yang tergabung dalam KKG/MGMP di Kabupaten/Kota/Gugus dengan mengacu pada kisi-kisi USBN
  • Master soal disimpan Kepala Sekolah
  • Buku soal ujian dicetak dan disimpan di sekolah masing-masing
  • Pelaksanaan USBN sepenuhnya menjadi tanggung jawab mutlak Kepala Sekolah
  • Penskoran hasil USBN dilakukan oleh guru secara silang antar sekolah dalam gugus


Kesiapan USBN 2017

1.Soal USBN 2017:

  • Penyusunan kisi-kisi USBN telah selesai pada tanggal 21 Desember 2016, untuk ditetapkan BSNP dalam ahad ini
  • Penyusunan soal 25% dari sentra dalam proses, selesai simpulan Desember 2016
  • Pelatihan trainer Nasional, selesai 15 Desember 2016
  • Pelatihan nara sumber tingkat provinsi tahap I selesai 20 Desember 2016
  • Pelatihan nara sumber tingkat provinsi tahap berikutnya selesai simpulan Januari 2017 (target 3000 guru)
  • Penyusunan soal berdikari oleh KKG/MGMP awal Januari – 15 Maret 2017
  • Perakitan soal oleh KKG/MGMP dan distribusi master soal ke sekolah selesai awal April 2017


2.Pengorganisasian pelaksanaan USBN tahun 2017:

  • Rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten-Kota: 22 Desember 2016
  • Dukungan training dan hibah pada KKG/MGMP pada tahun 2017 untuk menyusun soal USBN


3. Pelaksanaan USBN 2017:

  • USBN jenjang SMA/sederajat pada bulan April 2017 Dikoordinasikan oleh Dinas Provinsi
  • USBN jenjang SMP/sederajat pada bulan Mei 2017 Dikoordinasikan oleh Dinas Kabupaten/Kota


Peran Dinas Pendidikan Provinsi dalam pelaksanaan UNBK 2017

  • Melakukan koordinasi dan persiapan pelaksanaan di provinsi
  • Membentuk kepanitian di daerah
  • Melakukan sosialisasi di provinsi
  • Menetapkan SMA/SMK/MA penyelenggara UNBK (termasuk pengaturan bagi sekolah yang belum terakreditasi)
  • Menetapkan lokasi UNBK bagi SMA/SMK/MA yang tidak mempunyai kemudahan UNBK
  • Bekerjasama dengan LPMP dan P4TK dalam fasilitasi peningkatan kapasitas guru untuk melakukan USBN
  • Monitoring dan penilaian pelaksanaan ujian
  • Melaporkan hasil monitoring dan penilaian ke panitia pusat


Peran Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam kegiatan UNBK 2017

  • Melakukan koordinasi dan persiapan pelaksanaan di kabupaten/kota
  • Membentuk kepanitian di daerah
  • Melakukan sosialisasi di kabupaten/kota
  • Menetapkan SMP/MTs penyelenggara UNBK (termasuk pengaturan bagi sekolah yang belum terakreditasi)
  • Menetapkan lokasi UNBK bagi SMP/MTs yang tidak mempunyai kemudahan UNBK
  • Bekerjasama dengan LPMP dan P4TK dalam fasilitasi peningkatan kapasitas guru untuk melakukan USBN
  • Monitoring dan penilaian pelaksanaan ujian
  • Melaporkan hasil monitoring dan penilaian ke panitia pusat


Demikian gosip wacana Jadwal UN 2017 dan USBN tahun 2017 yang bisa kami bagikan. Untuk adik-adik Sekolah Menengah Pertama atau Sekolah Menengan Atas yang membutuhkan soal-soal latihan terkait dengan pelaksanaan UN 2017 besok dan soal latihan USBN tahun 2017 bisa mengunduhnya di link berikut:


Tugas Resum Buku Analisis Kebijakan Publik

9:20 PM Add Comment

CONTOH TUGAS RESUM BUKU


 Evaluasi ialah kegiatan untuk menilai tingkat kinerja suatu kebijakan TUGAS RESUM BUKU ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK


TUGAS RESUM








  Evaluasi Kebijakan Publik
            Evaluasi ialah kegiatan untuk menilai tingkat kinerja suatu kebijakan. Evaluasi gres sanggup kita lakukan jikalau suatu kebijakan sudah berjalan cukup waktu. Memang tidak ada batasan waktu yang niscaya kapan sebuah kebijakan harus di evaluasi. Untuk sanggup mengetahui out come, dan dampak dari suatu kebijakan sudah tentu memerlukan waktu tertentu, misalnya, 5 tahun sejak kebijakan itu diimplementasikan. Sebab jikalau penilaian dilakukan terlalu dini, maka out come dan dampak dari suatu kebijakan belum tampak. Semakin strategis suatu kebijakan, maka dibutuhkan batas waktu tenggang yang lebih panjang untuk melaksanakan evaluasi. Sebaliknya, semakin teknis sifat dari suatu kebijakan atau program, maka penilaian sanggup dilakukan dalam kurun waktu yang relatife lebih cepat sejak diterapkannya kebijakan yang bersangkutan.
            Sebagai contoh, untuk melaksanakan penilaian terhadap implementasi Undang – undang No. 32 Tahun 2004 perihal Otonomi Daerah, gres sanggup dilakukan pada tahun keempat atau kelima. Sebab pada tahun pertama gres tahap sosialisasi, tahun kedua masuk tahap penciptaan banyak sekali peraturan pemerintah untuk mendukung banyak sekali pelaksanaan pasal – pasal dalam undang – undang yang bersangkutan, tahun ketiga gres mulai diimplementasikan. Tahun keempat dan lima gres sanggup diketahui outcome dan dampaknya dari implementasi undang – undang tersebut. Sebaliknya, terhadap peraturan – peraturan yang kurang strategis, dan lebih bersifat teknis, contohnya peraturan pemakiaan helm bagi para pengendara sepeda motor, penilaian sanggup dilakukan pada tahun kedua atau tahun ketiga. Pada tahun kedua sudah sanggup diketahui berapa persen dari pengendara sepeda motor yang menggunakan helm, dan menyerupai apa dampaknya terhadap jumlah kecelakaan kemudian lintas, apakah jumlah korban kecelakaan kemudian lintas bagi pengendara sepeda motor semakin turun dibandingkan dengan sebelum ada peraturan pemakaian helm.


2.      Tujuan Evaluasi
a.    Menentukan tingkat kinerja suatu kebijakan. Melalui penilaian maka sanggup diketahui derajad pencapaian tujuan dan sasaran kebijakan.
b.      Mengukur tingkat efisiensi suatu kebijakan. Dengan penilaian juga sanggup diketahui berapa biaya dan manfaat dari suatu kebijakan.
c.       Mengukur tingkat kluaran ( outcome ) suatu kebijakan. Salah satu tujuan penilaian ialah mengukur berapa besar dan kualitas pengeluaran atau output dari suatu kebijakan.
d.    Mengukur dampak suatu kebijkan. Pada tahap lebih lanjut penilaian ditujukan untuk melihat dampak dari suatu kebijakan, baik dampak positif maupun negatif.
e.       Untuk mengetahui apabila ada penyimpangan. Evaluasi juga bertujuan untuk mengatuhui adanya penyimpangan – penyimpangan yang mungkin terjadi, dengan cara membandingkan antara tujuan dan sasarn dengan pencapian target.
f.       Sebagai materi masukan ( input ) untuk kebijakan yang akan datang. Tujuan selesai penilaian ialah untuk memperlihatkan masukan bagi proses kebijakan ke depan supaya dihasilkan kebijkan yang lebih baik.

      Yang di maskud Input ialah materi baku ( raw materials ) yang dipakai sebagai masukan dalam sebuah sistem kebijakan. Input tersebut sanggup berupasumber daya manusia, sumber daya financial, tuntutan- tuntutan, pinjaman masyarakat.
Out put ialah keluaran dari sebuah sistem kenijakan, yang sanggup berupa peraturan, kebijkan, pelayanan/ jasa, dan program. Sebagai contoh, out put  dari proyek irigasi ialah tersedianya kanal irigasi sepanjang sekian km.
      Sedangkan Out Come ialah hasil suatu kebijakan dalam jangka waktu tertentu sebagai akhir diimplementasikannya suatu kebijakan. Sebagai teladan Proyek irigasi, maka outcomes-nya ialah tersedianya supplai air berjumlah sekian kubik, peningkatan jumlah luas sawah yang mendapat irigasi.
      Impact ( dampak ) ialah akhir lebih jauh pada masyarakat sebagai konsekuensi adanya kebijakan yang diimplementasikan. Contoh : proyek Irigasi, maka dampaknya ialah meningkatnya frekuensi tanam padi, kenaikan tingkat produksi padi, dan meningkatnya pendapatan petani.
3.      Alasan Evaluasi Kebijakan
            Pertanyaan utama yang harus mendapat balasan ialah kenapa perlu adanya penilaian ?
            Bukankah dengan di implementasikan suatu kebijkan sudah cukup, keran penilaian hanya membuang biaya dan tenaga.  Tentu saja untuk kepeluan jangka panjang dan untuk kepentingan keberlanjutan ( sustainable ) suatu program, penilaian sangat diperlukan. Dengan evaluasi, kebijakn – kebijakan ke depan akan lebih baik dan tidak mengurangi kesalahan yang sama. Berikut ini diberikan beberapa argument perlunya evaluasi.
a.       Untuk mengetahui tingkat efektifitas suatu kebijakan, yakni sberapa jauh suatu kebijakan mencapai tujuannya.
b.      Menegtahui apakah suatu kebijakan berhasil atau gagal.
c.       Memenuhi aspek akuntabilitas publik. Dengan melaksanakan penilaian kinerja suatu kebijakan, maka sanggup dipahami sebagai bentuk pertnggungjawaban pemerintah kepada publik sebagai pemilik dana dan mengambil manfaat dari kebijakan dan aktivitas pemerintah.
d.      Menunjukkan pada stakeholders manfaat suatu kebijakan. Apabila tidak dilakukan penilaian terhadap sebuah kebijakan, para stakeholders, terutama kelompok sasaran tidak mengetahui secara niscaya manfaat dari sebuah kebijakan atau program.
e.       Agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Pada akhinya, penilaian kebijakan bermanfaat untuk memperlihatkan masukan bagi proses pengambilan kebijakan yang akan tiba supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama. Sebaliknya, dari hasil penilaian diharapkan sanggup ditetapkan kebijakan yang lebih baik.

4.      Pendekatan Terhadap Evaluasi
 Ada tiga jenis pendekatan penilaian sebagaimana dijelaskan oleh Dunn ( 1994 ), yakni :
(1)   Evaluasi Semu ( pseudo evaluation )
            Adalah pendekatan penilaian yang menggunakan metode deskriptif untuk menghasilkan isu yang terpercaya dan valid menganai hasil –hasil kebijakan, tanpa menanyakan manfaat atau nilai dari hasil kebijakan tersebut pada individu, kelompok, atau masyarakat. Asumsi yang dipakai ialah bahwa ukuran perihal manfaat atau nilai merupakan sesuatu yang terbukti dengan sendirinya ( self evident ) atau tidak kontroversional.
(2)   Evaluasi Formal ( formal evaluation )
            Adalah penilaian yang mengunakan metode deskriptif untuk menghasilkan isu yang terpercaya dan valid mengenai hasil – hasil kebijakan menurut sasaran aktivitas kebijakan yang telah ditetapkan secara formal oleh pembuat kebijakan. Asumsi yang dipakai ialah bahwa sasaran dan sasaran yang ditetapkan secara formal ialah merupakan ukuran yang sempurna untuk melihat manfaat atau nilai dari aktivitas dan kebijakan.
(3)   Evaluasi Keputusan Teoritis ( decision theoretic evaluation )
            Adalah pendekatan penilaian yang menggunakan metode deskriptif untuk menghasilkan isu yang sanggup dipercayadan valid mengenai hasil –hasil kebijakan yang secara eksplisit diinginkan oleh banyak sekali stakeholders. Dalam hal ini, penilaian keputusan teoritik berusaha untuk memilih sasaran dan tujuan yang tersembunyi dan dinyatakan oleh para stakeholders.

5.      Indikator Evaluasi
            Untuk menilai keberhasilan suatu kebijakan perlu dikembangkan beberapa indikator, sebab penggunaan indikator yang tunggal akan membahayakan, dalam arti hasil penilaiannya sanggup bias dari yang sesungguhnya. Indikator atau kriteria penilaian yang dikembangkan oleh Dunn (1994) meliputi lima indikator sebagai berikut :
No
Kriteria
Penjelasan
1
Efektivitas
Apakah hasil yang diinginkan telah tercapai
2
Kecukupan
Seberapa jauh hasil yang telah tercapai sanggup memecahkan duduk perkara ?
3
Pemerataan
Apakah biaya dan manfaat didistribusikan merata kepada kelompok masyarakat yang berbeda ?
4
Responsivitas
Apakah hasil kebijakan memuat prefensi/ nilai kelompok dan sanggup memuaskan mereka ?
5
Ketepatan
Apakah hasil yang dicapai bermanfaat ?
Sumber : Dunn 1994 :405

Sementara itu, Langbein (1980) menyusun kriteria atau indikator program– aktivitas publik terdiri dari tiga yakni:
1)      Pertumbuhan ekonomi
2)      Distribusi keadilan
3)      Preferensi warganegara
6.      Data dan Informasi
            Kegiatan penilaian membutuhkan data dan isu yang bekerjasama dengan kebijakan atau aktivitas yang dijalankan sebagai materi untuk melaksanakan penilaian. Penilaian terhadap suatu aktivitas mustahil dilakukan tanpa ada pinjaman data dan informasi. Dengan demikian, data dan isu ialah krusial dan harus dikumpulkan sejak kebijakan atau aktivitas diimplementasikan. Untuk itu, ada beberapa metode yang sanggup dipakai untuk mengumpulkan data, yakni ;
1)      Dokumentasi dari laporan kegiatan, baik laporan tahunan, semesetran, atau laporan bulanan.
2)      Survai terhadap aktivitas yang telah di implementasikan dengan mempersiapkan instrument survai, menyerupai daftar pertanyaan.
3)      Observasi, yakni melalui pengamatan pribadi dilapangan evaluator sanggup menciptakan penilaian perihal keberhasilan suatu program.
4)      Wawancara, metode ini sanggup dilakukan dengan cara mewawancarai para stakeholder yang terlibat dalam implementasi program, terutama para kelompok sasaran.
5)      Metode adonan dari banyak sekali metode diatas dengan tujuan untuk memperoleh data yang lebih akurat dan lengkap.
6)      Focus Group Discusson ( FDG ). Akhir – selesai ini berkembang metode FDG yakni dengan melaksanakan pertemuan dan diskusi dengan para stakeholders yang bervariasi. Dengan cara demikian, maka banyak sekali isu lebih valid akan sanggup diperoleh melalui cross check satu sama lain.
7.      Metode Evaluasi
Untuk melaksanakan penilaian terhadap aktivitas yang telah diimplementasikan ada beberapa metode evaluasi, yakni :
1)      Single aktivitas after –only
2)      Single aktivitas before- after
3)      Dan comparative before – after
8.      Kendala Evaluasi
1)      Kendala Psikologis
Apabila hasil penilaian menunjukakan kurang baik, sanggup jadi akan menghambat karier mereka. Sehingga banyak abdnegara memandang kegiatan penilaian bukan merupakan potongan penting dari proses kebijakan publik.

2)      Kendala Ekonomis
Kegiatan penilaian membutuhkan biaya yang tdidak sedikit, sperti biaya untuk pengumpulan dab pengolahan data, biaya untuk para stsff adminitrasi, dan biaya untuk para evaluator.
3)      Kendala Teknis
Evaluator sering dihadapkan pada duduk perkara tidak tersedianya cukup data dan isu yang up to date.
4)      Kendala Politis
Evaluasi sering terbentur dan bahkan gagal sebab alasan politis.
5)      Kurang tersedianya evaluator
Pada banyak sekali forum pemerintah, kurang tersedia sumberdaya insan yang mempunyai kompetensi melaksanakan evaluasi.


Diatas ialah Contoh Tugas resum buku analisis kebijakan publik, semoga sanggup menambah wawasan anda sekalian.