Showing posts sorted by relevance for query sistem-pernafasan-manusia-2. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query sistem-pernafasan-manusia-2. Sort by date Show all posts

Test System Pencernaan - Respirasi - Ekskresi

6:11 PM Add Comment
Pagi ini saya ditanya ponakan yang bekerjasama dengan pembelajaran kelas 8 Sekolah Menengah Pertama wacana organ  dan system organ Ia bertanya organ pencernan , respirasi , ekskresi maka dari pada saya harus menjelaskan satu persatu maka jadilah soal soal ini OK

SOAL

1. Pernyataan berikut yang tidak termasuk fungsi masakan yakni ….
a. sebagai sumber oksigen
b. sebagai sumber energi
c. perbaikan sel-sel yang rusak
d. metabolisme tubuh
e. pertumbuhan dan perkembangan

2. Berikut yakni beberapa jenis vitamin.
  1. Vitamin A
  2. Vitamin B1
  3. Vitamin B12
  4. Vitamin D
Di antara vitamin-vitamin tersebut yang sanggup larut dalam lemak yakni ….
a. 1 dan 2
b. 1 dan 4
c. 1 dan 3
d. 2 dan 4
e. 2 dan 3

3. Pupa gigi ditunjukkan oleh nomor ….
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

4. Bahan dan hasil dari kerja enzim lipase yakni ….


Bahan
Hasil
A
Lemak
Pati
B
Protein
Asam lemak
C
Lemak
Asam lemak
D
Protein
Asam amino
E
Asam amino
Protein

5. Sel-sel endokrin pada lapisan dinding lambung sanggup memproduksi ….
a. lipase
b. renin
c. tripsin
d. pepsin
e. gastrin

6. Perhatikan gambar dibawah ini
 
Bagian yang menghasilkan enzim ptialin ditunjukkan oleh nomor ….
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

7. Pada cuilan mana yang menghasilkan ekskret keringat 

a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

8. Urutan perjalanan masakan melalui organ pencernaan yang benar yakni ….
A  mulut           lambung       usus besar          usus halus
B  mulut           usus halus    lambung              anus
C  mulut           esofagus       usus besar          usus halus
D  esofagus      lambung      usus besar          usus halus
E  mulut           lambung       usus halus           usus besar

9. Pembusukan masakan di usus besar dibantu oleh ….
a. Streptococcus
b. Escherichia coli
c. Lactobacillus
d. Bacillus thuringiensis
e. Saccharomyces fragilis

10. Diare sanggup disebabkan oleh ….
a. produksi HCl yang berlebihan
b. infeksi basil atau virus
c. makan tidak teratur
d. kurang minum
e. peradangan lambung

11. Proses pertukaran udara antara udara di dalam darah dan udara di atmosfer disebut ….
a. pernapasan internal
b. pernapasan eksternal
c. pernapasan selular
d. pernapasan dada
e. pernapasan perut

12. Urutan saluran pernapasan insan dari luar ke dalam yakni ….
a. hidung–faring–laring–trakea–bronkus–alveolus
b. hidung–laring–faring–trakea–bronkus–alveolus
c. hidung–faring–laring–trakea–alveolus–bronkus
d. hidung–laring–faring–alveolus–trakea–bronkus
e. hidung–alveolus–bronkus–trakea–laring–faring

13. Perhatikan gambar berikut.



Bagian-bagian bernomor 10,9,5,6 yakni ….
A    bronkus               diafragma            laring     pharing
B    bronkiolus           bronkus               laring     trakea
C    laring     trakea   bronkus               bronkiolus
D    laring     bronkus               bronkiolus           trakea
E    trakea   bronkus               bronkiolus           laring

14. Kotak bunyi terdapat pada nomor ….

a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

15. Volume udara yang dihirup dan dikeluarkan pada keadaan istirahat disebut ….
a. volume suplemen
b. volume residu
c. volume suplemen
d. kapasitas vital
e. volume tidal

16. Berikut ini yang tidak memengaruhi laju pernapasan yakni ….
a. acara
b. tinggi tubuh
c. jenis kelamin
d. suhu tubuh
e. posisi tubuh

17. Pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi lantaran adanya ….
a. kontraksi otot
b. sistem pencernaan
c. kontrol pernapasan
d. perbedaan acara
e. perbedaan tekanan

18. Peristiwa yang terjadi pada dikala ekspirasi yakni ….
OtotDiagfragma       Diagfragma       OtotAntartulang  Rusuk  TulangRusuk
A    kontraksi           rata                    relaksasi               naik
B    kontraksi           melengkung      kontraksi               turun
C    kontraksi           rata                    kontraksi               naik
D    relaksasi           melengkung       relaksasi                turun
E    relaksasi           rata                     relaksasi                naik

19. Dalam proses inspirasi, oksigen sanggup berdifusi ke dalam alveolus lantaran ….
a. alveolus terletak pada ujung saluran pernapasan
b. membran alveolus tipis dan lembap
c. permukaan alveolus sangat luas
d. alveolus dikelilingi oleh kapiler darah
e. oksigen diangkut oleh hemoglobin dalam darah

20. Organ pernapasan pada cacing yakni ….
a. paru-paru
b. seluruh permukaan tubuhnya
c. insang
d. kantung udara
e. trakea

21. Eksresi sebagai salah satu ciri makhluk hidup berfungsi untuk ….
a. membuang sampah sisa metabolisme
b. merangsang pengeluaran hormon
c. mengeluarkan zat yang berperan dalam metabolisme
d. menambah zat-zat yang sudah tidak diharapkan oleh tubuh
e. menjaga keseimbangan tekanan osmosis tubuh

22. Perhatikan gambar berikut.
 
Bagian kulit yang berfungsi membawa zat sisa ekskresi ditunjukkan oleh nomor ….
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

23. Dalam sistem ekskresi, hati mengeluarkan sisa metabolisme dalam bentuk ….
a. O2
b. urine
c. keringat
d. cairan empedu
e. CO2

24. Organ ekskresi pada insan yang berfungsi dalam filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi yakni ….
a. ginjal
b. kulit
c. hati
d. paru-paru
e. usus halus

25. Unit fungsional terkecil dari ginjal yaitu ….
a. nukleus
b. neuron
c. nefron
d. glomerulus
e. medula

26. Badan Malpighi pada ginjal terdiri atas ….
a. glomerulus dan pelvis
b. glomerulus dan kapsula Bowman
c. nefron dan glomerulus
d. nefron dan kapsula Bowman
e. kapsula Bowman dan pelvis

27. Perhatikanlah gambar berikut.
 
Secara berturut-turut, nomor 1–4 mengatakan organ
A    Kantung kemih uretra   ginjal     ureter
B    ureter   ginjal     Kantung kemih uretra
C    uretra   ureter   ginjal     Kantung kemih
D    ginjal     uretra   Kantung kemih ureter
E    ginjal     ureter   Kantung kemih uretra

28. Perhatikanlah gambar berikut.
 
Urine akan dikeluarkan keluar tubuh melalui organ yang ditunjukkan oleh nomor ….
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

29. Zat berikut yang tidak ditemukan pada urine orang normal yakni ….
a. urea
b. air
c. natrium
d. garam
e. glukosa

30. Planaria mengeluarkan hasil metabolisme nitrogen melalui ….
a. nefrion
b. tubulus Malpighi
c. opistonefron
d. ginjal
e. nefridia

ESSAY
  1. Tuliskan fungsi masakan bagi tubuh.
  2. Apakah perbedaan asam amino esensial dan asam amino nonesensial?
  3. Jelaskan dua gangguan atau penyakit pada sistem pencernaan manusia.
  4. Jelaskan secara singkat mengenai jalur pernapasan pada manusia.
  5. Jelaskan mengenai volume udara paru-paru.
  6. Sebutkan beberapa penyakit yang sanggup terjadi pada sistem pernapasan insan beserta penyebabnya.
  7. Jelaskan fungsi sistem ekskresi bagi tubuh manusia.
  8. Apakah yang terjadi apabila zat-zat sisa hasil metabolisme di dalam tubuh tidak dikeluarkan?
  9. Tuliskan beberapa gangguan yang sanggup terjadi pada sistem ekskresi insan beserta penyebabnya.
DETAIL



Devinisi
  
  • Sistem pernapasan atau sistem respirasi yakni sistem organ yang dipakai untuk pertukaran gas. 
  • Pada binatang berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang dipakai untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. 
  • Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. 
  • Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan pada banyak sekali jenis makhluk hidup. 
  • Bahkan pohon pun mempunyai sistem pernapasan.

Pernapasan yakni kegiatan makhluk hidup yang sangat penting.
  • Pernahkah kau berpikir apa yang terjadi seandainya kita sulit bernapas ?
  • Kita tahu bahwa insan telah dilengkapi oleh alat yang bisa menghirup udara, sehingga kebutuhan akan oksigen terpenuhi, lantaran tanpa oksigen acara dalam tubuh makhluk hidup tidak sanggup berlangsung.
  • Organ-organ apa saja yang berperan dalam pernafasan? 
  • Bagaimana kita bernapas dan mendapat oksigen ? 
  • Gangguan apa saja yang terjadi dalam sistem pernapasan? 
  • Semua akan terjawab dengan mempelajari modul ini. 


Pernapasan yakni : 
  • Kegiatan mengambil udara (inspirasi) dan mengeluarkan udara (ekspirasi) melalui alat pernapasan.
  • Pertukaran gas antara sel dengan lingkungan (respirasi eksternal).
  • Reaksi enzimatik, pemanfaatan oksigen memerlukan enzim pernapasan (sitokrom).  


Mekanisme Respirasi

Meliputi proses : 
  • Inspirasi yaitu pemasukan udara ke paru-paru
  • Ekspirasi yaitu pengeluaran udara dari paru-paru

  • Proses ilham dan ekspirasi melibatkan kontraksi relaksasi otot-otot tulang rusuk dan otot diafragma. 

Adapun macam - macam pernafasan antara lain : 

1. Pernapasan Dada

Pernapasan dada berlangsung dalam 2 tahap, yaitu : 
Inspirasi, terjadi kalau otot antar tulang rusuk luar berkontraksi, tulang rusuk terangkat, volume rongga dada membesar, paru-paru mengembang, sehingga tekanan udaranya menjadi lebih kecil dari udara atmosfer, sehingga udara masuk.
Ekspirasi, terjadi kalau otot antar tulang rusuk luar berelaksasi, tulang rusuk akan tertarik ke posisi semula, volume rongga dada mengecil, tekanan udara rongga dada meningkat, tekanan udara dalam paru-paru lebih tinggi dari udara atmosfer, kesannya udara keluar.
2. Pernapasan perut 
Pernapasan perut berlangsung dalam dua tahap, yaitu : 
Inspirasi, terjadi kalau otot diafragma berkontraksi, diafragma mendatar mengakibatkan volume rongga dada membesar sehingga tekanan udaranya mengecil dan diikuti paru-paru yang mengembang mengakibatkan tekanan udaranya lebih kecil dari tekanan udara atmosfer dan udara masuk. 

Ekspirasi, diawali dengan otot diafragma berelaksasi dan otot dinding perut berkontraksi mengakibatkan diafragma terangkat dan melengkung menekan rongga dada, sehingga volume rongga dada mengecil dan tekanannya meningkat sehingga udara dalam paru-paru keluar.
Pernapasan perut umumnya terjadi dikala tidur.

Inspirasi

Tahap ilham terjadi tanggapan otot tulang rusuk dan diafragma berkontraksi. Volume rongga dada dan paru-paru meningkat ketika diafragma bergerak turun ke bawah dan kandang tulang rusuk membesar. Tekanan udara dalam paru-paru akan turun di bawah tekanan udara atmosfer, dan udara akan mengalir ke dalam paru-paru.  


Ekspirasi

Tahap ekspirasi terjadi tanggapan otot tulang rusuk dan diafragma berelaksasi. Volume rongga dada dan     paru-paru mengecil ketika diafragma bergerak naik dan kandang tulang rusuk mengecil. Tekanan udara dalam paru-paru akan naik melebihi tekanan udara atmosfer, dan udara akan mengalir keluar dari paru-paru.

Organ-Organ Sistem Pernafasan Manusia

Organ-organ pernafasan insan terdiri dari : 

  1. Hidung
  2. Faring
  3. Laring
  4. Trakea
  5. Bronkus
  6. Bronkiolus
  7. Alveolus

Hidung

Hidung yakni cuilan yang paling menonjol di wajah, yang berfungsi menghirup udara pernafasan, menyaring udara,menghangatkan udara pernafasan, juga berperan dalam resonansi suara.

Hidung merupakan alat indera insan yang menanggapi rangsang berupa busuk atau zat kimia yang berupa gas. Di dalam rongga hidung terdapat serabut saraf pembau yang dilengkapi dengan sel-sel pembau. setiap sel pembau mempunyai rambut - rambut halus(silia olfaktori)di ujungnya dan diliputi oleh selaput lendir yang berfungsi sebagai pelembab dan untuk menyaring udara yang masuk ke dalam rongga hidung.


Faring

Faring (tekak) merupakan persimpangan antara kerongkongan dan tenggorokan. Terdapat katup yang disebut epiglotis (anak tekak) berfungsi sebagai pengatur saluran ke kerongkongan dan tenggorokan. Pernahkah kalian tersedak masakan ? Coba pikirkan apa penyebabnya ? 

Laring

Laring yakni pangkal tenggorokan, terdiri atas kepingan tulang rawan membentuk jakun dan terdapat celah menuju batang tenggorok (trakea) disebut glotis, di dalamnya terdapat pita bunyi dan beberapa otot yang mengatur ketegangan pita bunyi sehingga timbul bunyi.Berfungsi untuk menyalurkan udara dari faring ke trakea.


Trakea

 Berupa pipa yang dindingnya terdiri atas 3 lapisan, yaitu lapisan luar terdiri atas jaringan ikat, lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan, dan lapisan dalam terdiri atas jaringan epitelium besilia. Terletak di leher cuilan depan kerongkongan.

Bronkus

  Merupakan percabangan trakea yang menuju paru-paru kanan dan kiri. Struktur bronkus sama dengan trakea, hanya dindingnya lebih halus. Kedudukan bronkhus kiri lebih mendatar dibandingkan bronkus kanan, sehingga bronkhus kanan lebih gampang terjangkit penyakit.
  
Bronkiolus


Bronkheolus yakni percabangan dari bronkhus, saluran ini lebih halus dan dindingnya lebih tipis. Bronkheolus kiri berjumlah 2, sedangkan kanan berjumlah 3, percabangan ini akan membentuk cabang yang lebih halus menyerupai pembuluh.

Alveolus

  Berupa saluran udara buntu membentuk gelembung-gelembung udara, dindingnya tipis setebal selapis sel, lembab dan berlekatan dengan kapiler darah.
Alveolus berfungsi sebagai permukaan respirasi, luas total mencapai 100 m2 (50 x luas permukaan tubuh) cukup untuk melaksanakan pertukaran gas ke seluruh tubuh.

Paru - Paru

Paru-paru terletak di dalam rongga dada.paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan kiri. Paru-paru diselimuti oleh selaput paru-paru (pleura).Perjumlah sepasang terletak di dalam rongga dada kiri dan kanan. Paru-paru kanan mempunyai 3 lobus (gelambir), sedangkan paru-paru kiri mempunyai 2 lobus (gelambir). Di dalam paru-paru ini terdapat alveolus yang berjumlah ± 300 juta buah. Bagian luar paru-paru dibungkus oleh selaput pleura untuk melindungi paru-paru dari ukiran ketika bernapas, berlapis 2 dan berisi cairan. 

Adapun macam - macam Kapasitas volum paru - paru dikala respirasi antara lain :


- Volume tidal : banyaknya udara yang masuk dan keluar paru-paru selama pernafasan normal (500 ml)
- Volume tidal dipengaruhi : 
Berat tubuh seseorang
Jenis kelamin
Usia
Kondisi fisik
  Mekanisme Pertukaran Gas 

 Di dalam Alveolus, udara yang mengandung oksigen dipertukarkan ke dalam darah. Sedangkan karbondioksida di dalam darah dikeluarkan ke alveolus.


Pengangkutan O2

Pertukaran gas antara O2 dengan CO2 terjadi di dalam alveolus dan jaringan tubuh, melalui proses difusi. Oksigen yang hingga di alveolus akan berdifusi menembus selaput alveolus dan berikatan denganhaemoglobin (Hb) dalam darah yang disebut deoksigenasi dan menghasilkan senyawa oksihemoglobin (HbO) menyerupai reaksi berikut : 
Sekitar 97% oksigen dalam bentuk senyawa oksihemoglobin, hanya 2 – 3% yang larut dalam plasma darah akan dibawa oleh darah ke seluruh jaringan tubuh, dan selanjutnya akan terjadi pelepasan oksigen secara difusi dari darah ke jaringan tubuh, :
Adapun tahapan proses pengikatan oksigen sebagai berikut : 
Alveolus mempunyai O2 lebih tinggi dari pada Odi dalam darah.
O2 masuk ke dalam darah melalui difusi melewati membran alveolus
Di dalam darah, O2 sebagian besar (98%) diikat oleh Hb yang terdapat pada Eritrosit menjadi Oksihemoglobin (HbO2).
Selain diikat oleh Hb, sebagian kecil O2 larut di dalam plasma darah (2%).
Setelah berada di dalam darah, Okemudian masuk ke jantung melalui vena pulmonalis untuk diedarkan ke seluruh tubuh yang membutuhkan.

Pengangkutan CO2
Karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari proses respirasi sel akan berdifusi ke dalam darah yang selanjutnya akan diangkut ke paru-paru untuk dikeluarkan sebagai udara pernapasan.
Ada 3 (tiga) cara pengangkutan CO2 : 

Sebagai ion karbonat (HCO3), sekitar 60 – 70%.
Sebagai karbominohemoglobin (HbCO2), sekitar 25%.
Sebagai asam karbonat (H2CO3) sekitar 6 – 10%.
Adapun tahapan proses pengeluaran karbondioksida sebagai berikut : 
Di jaringan, CO2 lebih tinggi dibandingkan yang ada di dalam darah.
Ketika Odi dalam darah berdifusi ke jaringan, maka COdi jaringan akan segera masuk ke dalam darah.
Ketika COberada di dalam darah sebagian besar (70%) CO2 akan diubah menjadi ion bikarbonat(HCO3–)
20% COakan terikat oleh Hb pada Eritrosit.
Sedangkan 10% COlainnya larut dalam plasma darah.
Di dalam darah, CO2 di bawa ke jantung, kemudian oleh jantung CO2 dalam darah dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.
Di paru-paru COakan dikeluarkan dari tubuh melalui ekspirasi


Kontrol Pernafasan
 Pusat pengaturan pernafasan yakni medulla oblongata dan pons. Dimana ketentuannya antara lain : 

1.Respirasi normal antara 12–15 kali per menit.

2.Pada kondisi tertentu frekuensi respirasi sanggup meningkat atau menurun bergantung kondisi.
3.Yang menaikkan atau menurunkan kecepatan respirasi yakni medulla oblongata dan pons.
  Kelainan / Penyakit pada Sistem Respirasi


Sistem pernapasan sanggup mengalami banyak sekali gangguan, baik lantaran kelainan sistem pernapasan atau tanggapan infeksi kuman. Beberapa jenis gangguan antara lain : 
Asma/sesak napas, penyempitan saluran napas tanggapan otot polos pembentuk dinding saluran terus berkontraksi, disebabkan alergi atau kekurangan hormon adrenalin.
Asfiksi, gangguan pengangkutan dan penggunaan oksigen oleh jaringan tanggapan tenggelam, pneumonia, keracunan CO.
Asidosis, tanggapan peningkatan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah
Wajah adenoid (wajah bodoh), penyempitan saluran napas lantaran pembengkakan kelenjar limfa (polip), pembengkakan di tekak (amandel).
Pneumonia, radang paru-paru tanggapan infeksi bakteri Diplococcus pneumonia.
Difteri, penyumbatan faring/laring oleh lendir tanggapan infeksi bakteriCorynebacterium diphteriae
Emfisema, menggelembungnya paru-paru tanggapan ekspansi alveolus berlebihan.
Tuberculosis (TBC), penyakit paru-paru tanggapan infeksi bakteriMycobacterium tuberculosa.
Peradangan pada sistem pernapasan : 

bronchitis, radang bronkhus.
laringitis, radang laring
faringitis, radang faring
pleuritis, radang selaput paru-paru
renitis, radang rongga hidung
sinusitis, radang pada cuilan atas rongga hidung (sinus)


Kelainan pada sistem pernafasan berdasarkan letaknya gangguannya terdiri atas : 
Gangguan/penyakit dinding alveolus
Gangguan/penyakit saluran pernapasan
Gangguan/penyakit sistem transportasi udara
Gangguan/penyakit dinding alveolus
  
Antara lain :
Pneumonia / Pnemonia, yakni suatu infeksi basil diplococcus pneumonia yang mengakibatkan peradangan pada dinding alveolus.
Tuberkolosis / TBC, merupakan penyakit yang disebabkan oleh baksil yangmengakibatkan bintil-bintil pada dinding alveolus.
Masuknya air ke alveolus.
Gangguan/penyakit dinding alveolus
  
Antara lain :
Pneumonia / Pnemonia, yakni suatu infeksi basil diplococcus pneumonia yang mengakibatkan peradangan pada dinding alveolus.
Tuberkolosis / TBC, merupakan penyakit yang disebabkan oleh baksil yangmengakibatkan bintil-bintil pada dinding alveolus.
Masuknya air ke alveolus.
Gangguan/penyakit sistem transportasi udara
   Antara Lain : 
Kontaminasi gas CO / karbon monoksida atau CN / sianida.

Kadar haemoglobin / hemoglobin yang kurang pada darah sehingga mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen atau kurang darah alias anemia.

SILAHKAN KLIK INI JIKA MASIH BELUM JELAS OK

Otot Otot Pernafasan

5:59 AM Add Comment


Peran Otot Pernafasan

Terdapat otot-otot yang melekat pada rangka dada yang berfungsi penting
sebagai otot pernafasan.
Otot-otot yang berfungsi dalam bernafas yakni sebagai berikut :

  1. interkostalis eksterrnus (antar iga luar) yang mengangkat masing-masing iga.
  2. sternokleidomastoid yang mengangkat sternum (tulang dada).
  3. skalenus yang mengangkat 2 iga teratas.
  4. interkostalis internus (antar iga dalam) yang menurunkan iga-iga.
  5. otot perut yang menarik iga ke bawah sekaligus menciptakan isi perut mendorong  diafragma ke atas.
  6. otot dalam diafragma yang sanggup menurunkan diafragma

Percabangan akses nafas dimulai dari trakea yang bercabang menjadi bronkus kanan dan kiri. Masing-masing bronkus terus bercabang hingga dengan 20-25 kali sebelum hingga ke alveoli. Sampai dengan percabangan bronkus terakhir sebelum bronkiolus,  bronkus dilapisi oleh cincin tulang rawan untuk menjaga supaya akses nafas tidakkolaps atau kempis sehingga fatwa udara lancar.

DETAIL



SISTEM PERNAFASAN PADA MANUSIA

Pengertian pernafasan atau respirasi yakni suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Menusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan
Sistem pernapasan pada manusia mencakup dua hal, yakni akses pernapasan dan prosedur pernapasan.
Urutan akses pernapasan yakni sebagai berikut:
rongga hidung Þ faring Þ trakea Þ bronkus  paru-paru (bronkiol dan alveolus).

Gbr. Skema Sistem Respirasi Pada Manusia
Alat Pernafasan  
a. Rongga Hidung (Cavum Nasalis)

  • Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis). 
  • Rongga hidung berlapis selaput lendir, di dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera). 
  • Selaput lendir berfungsi menangkap benda ajaib yang masuk lewat akses pernapasan.
  • Selain itu, terdapat juga rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara.
  • Juga terdapat konka yang memiliki banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk.

b. Faring (Tenggorokan)

  • Udara dari rongga hidung masuk ke faring.
  • Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu akses pernapasan (nasofarings) pada potongan depan dan akses pencernaan(orofarings) pada potongan belakang.
  • Pada potongan belakang faring (posterior) terdapat laring (tekak) tempat terletaknyapita bunyi (pita vocalis). 
  • Masuknya udara melalui faring akan menimbulkan pita bunyi bergetar dan terdengar sebagai suara.
  • Makan sambil berbicara sanggup menimbulkan masakan masuk ke akses pernapasan sebab akses pernapasan pada ketika tersebut sedang terbuka.
  • Walaupun demikian, saraf kita akan mengatur supaya kejadian menelan, bernapas, dan berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga menimbulkan gangguan kesehatan.

c. Tenggorokan (Trakea)


  • Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada (torak).
  • Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada potongan dalam rongga bersilia.
  • Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda ajaib yang masuk ke akses pernapasan.


d. Cabang-cabang Tenggorokan (Bronki)
·         Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri.
·         Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada potongan bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna.
·         Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus.

e. Paru-paru (Pulmo)

·         Paru-paru terletak di dalam rongga dada potongan atas, di potongan samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di potongan bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat.
·         Paru-paru ada dua potongan yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus.
·         Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura.
·         Selaput potongan dalam yang eksklusif menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam(pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis).

                  Gbr. Struktur paru-paru


  • Antara selaput luar dan selaput dalam terdapat rongga berisi cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas paru-paru.

  • Cairan pleura berasal dari plasma darah yang masuk secara eksudasi. Dinding rongga pleura bersifat permeabel terhadap air dan zat-zat lain.

Paru-paru tersusun oleh bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah.
·         Paru-paru berstruktur mirip spon yang lentur dengan kawasan permukaan dalam yang sangat lebar untuk pertukaran gas.
·         Di dalam paru-paru, bronkiolus bercabang-cabang halus dengan diameter ± 1 mm, dindingnya makin menipis kalau dibanding dengan bronkus.
Gbr. Alveolus yang diperbesar

·         Bronkiolus tidak mempunyi tulang rawan, tetapi rongganya masih memiliki silia dan di potongan ujung memiliki epitelium berbentuk kubus bersilia.
·         Pada potongan distal kemungkinan tidak bersilia. Bronkiolus berakhir pada gugus kantung udara (alveolus).

·         Alveolus terdapat pada ujung final bronkiolus berupa kantong kecil yang salah satu sisinya terbuka sehingga mirip busa atau mirip sarang tawon. Oleh sebab alveolus berselaput tipis dan di situ banyak bermuara kapiler darah maka memungkinkan terjadinya difusi gas pernapasan
 

FISIOLOGI BERNAFAS
 

  1. Sistem pernafasan terdiri daripada hidung , trakea , peparu , tulang rusuk , otot interkosta , bronkus , bronkiol , alveolus dan diafragma .
  2. Udara disedot ke dalam paru-paru melalui hidung dan trakea .
  3. Dinding trakea disokong oleh gelang rawan supaya menjadi berpengaruh dan sentiasa terbuka
  4. Trakea bercabang kepada bronkus kanan dan bronkus kiri yang disambungkan kepada paru .
  5. Kedua-dua bronkus bercabang lagi kepada bronkiol dan alveolus pada hujung bronkiol .
  6. Alveolus memiliki penyesuaian berikut untuk memudahkan pertukaran gas :

( a ) diliputi kapilari darah yang banyak
( b ) dinding sel yang setebal satu sel ( dinding sel yang nipis ) .
( c ) permukaan yang luas dan berair .

Mekanisma pernafasan

A.Mekanisma ini terbahagi kepada tarikan nafas dan hembusan nafas .
B.Ia melibatkan perubahan kepada :
·         Otot interkosta
·         Tulang rusuk
·         Diafragma
·         Isipadu rongga toraks
·         Tekanan udara di peparu

C.Semasa tarik nafas ,
·         Otot interkosta luar mengecut( =Tulang rusuk dinaikkan ke atas ) ; otot diafragma mengecut ( =diafragma menjadikannya leper ), isi pada rongga toraks bertambah dan tekanan udara peparu menjadi rendah , tekanan udara di luar yang lebih tinggi menolak udara kedalam paru .

D.Semasa hembus nafas ,
·         Otot interkosta luar mengendur ( =Tulang rusuk dmenurun ke bawah ) ; otot diafragma mengendur ( =diafragma melengkung ke atas ), isipadu rongga toraks berkurang dan tekanan udara paru menjadi tinggi , tekanan udara dalam peparu yang lebih tinggi menolak udara keluar .

B. TUJUAN
– Untuk memahami struktur organ pernafasan
– Untuk memahami fungsi organ pernafasan dan sanggup menjelaskan fungsi organ pernafasan

Anatomi Dasar Sistem Pernafasan
Sistem pernafasan intinya dibuat oleh jalan atau akses nafas dan paru- paru beserta pembungkusnya (pleura) dan rongga dada yang melindunginya. Di dalam rongga dada terdapat juga jantung di dalamnya. Rongga dada dipisahkan dengan rongga perut olehdiafragma.
Saluran nafas yang dilalui udara yakni hidung, faring, laring, trakea, bronkus,
bronkiolus dan alveoli. Di dalamnya terdapat suatu sistem yang sedemikian rupa dapat
menghangatkan udara sebelum hingga ke alveoli. Terdapat juga suatu sistem pertahanan yang memungkinkan kotoran atau benda ajaib yang masuk sanggup dikeluarkan baik melalui batuk ataupun bersin.
Paru-paru dibungkus olehpleura. Pleura ada yang melekat eksklusif ke paru, disebut sebagai pleura visceral. Sedangkan pleura parietal melekat pada dinding rongga dada dalam. Diantara pleura visceral dan pleura parietal terdapat cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas sehingga memungkinkan pergerakan dan pengembangan paru secara bebas tanpa ada ukiran dengan dinding dada.
Rongga dada diperkuat oleh tulang-tulang yang membentuk rangka dada. Rangka dada ini terdiri daricostae (iga-iga),sternum (tulang dada) tempat sebagian iga-iga melekat di depan, dan vertebra torakal (tulang belakang) tempat menempelnya iga-iga di potongan belakang.
Terdapat otot-otot yang melekat pada rangka dada yang berfungsi penting sebagai otot pernafasan.

Otot-otot yang berfungsi dalam bernafas yakni sebagai berikut :
1.interkostalis eksterrnus (antar iga luar) yang mengangkat masing-masing iga.
2.sternokleidomastoid yang mengangkat sternum (tulang dada).
3.skalenus yang mengangkat 2 iga teratas.
4.interkostalis internus (antar iga dalam) yang menurunkan iga-iga.
5.otot perut yang menarik iga ke bawah sekaligus menciptakan isi perut mendorong
diafragma ke atas.
6.otot dalam diafragma yang sanggup menurunkan diafragma.

Percabangan akses nafas dimulai dari trakea yang bercabang menjadi bronkus kanan dan kiri. Masing-masing bronkus terus bercabang hingga dengan 20-25 kali sebelum hingga ke alveoli. Sampai dengan percabangan bronkus terakhir sebelum bronkiolus,

bronkus dilapisi oleh cincin tulang rawan untuk menjaga supaya akses nafas tidakkolaps
atau kempis sehingga fatwa udara lancar.
Bagian terakhir dari perjalanan udara yakni dialveoli. Di sini terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida dari pembuluh darah kapiler dengan udara. Terdapat sekitar 300 juta alveoli di kedua paru dengan diameter masing-masing rata-rata 0,2 milimeter.

Proses Sistem Pernapasan/Respirasi Pada Manusia
Pengertian pernafasan atau respirasi yakni suatu proses mulai dari pengambilan
oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Menusia
dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke
lingkungan.
Respirasi sanggup dibedakan atas dua jenis, yaitu :
1. Respirasi Luar yang merupakan pertukaran antara O2 dan CO2 antara darah dan udara.
2. Respirasi Dalam yang merupakan pertukaran O2 dan CO2 dari fatwa darah ke sel-sel
tubuh.
Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara dilakukan
dengan dua cara pernapasan, yaitu :
1. Respirasi / Pernapasan Dada
  • Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut
  • Tulang rusuk terangkat ke atas
  • Rongga dada membesar yang menimbulkan tekanan udara dalam dada kecil sehingga udara masuk ke dalam badan.
2. Respirasi / Pernapasan Perut
  • Otot difragma pada perut mengalami kontraksi
  • Diafragma datar
  • Volume rongga dada menjadi besar yang menimbulkan tekanan udara pada dada mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.
Normalnya insan butuh kurang lebih 300 liter oksigen perhari. Dalam keadaan tubuh bekerja berat maka oksigen atau O2 yang diharapkan pun menjadi berlipat-lipat kali dan bisa hingga 10 hingga 15 kalilipat. Ketika oksigen tembus selaput alveolus, hemoglobin akan mengikat oksigen yang banyaknya akan diadaptasi dengan besar kecil tekanan udara.
Pada pembuluh darah arteri, tekanan oksigen sanggup mencapat 100 mmHg dengan 19 cc oksigen. Sedangkan pada pembuluh darah vena tekanannya hanya 40 milimeter air raksa dengan 12 cc oksigen. Oksigen yang kita hasilkan dalam tubuh kurang lebih sebanyak 200 cc di mana setiap liter darah bisa melarutkan 4,3 cc karbondioksida / CO2. CO2 yang dihasilkan akan keluar dari jaringan menuju paruparu dengan pinjaman darah.

Proses Kimiawi Respirasi Pada Tubuh Manusia :
1. Pembuangan CO2 dari paru-paru : H + HCO3 —> H2CO3 —> H2 + CO2
2. Pengikatan oksigen oleh hemoglobin : Hb + O2 —> HbO2
3. Pemisahan oksigen dari hemoglobin ke cairan sel : HbO2 —> Hb + O2
4. Pengangkutan karbondioksida di dalam tubuh : CO2 + H2O —> H2 + CO2