Pengertian Sejarah ( Bahan Sejarah )

4:50 PM
Apa Itu Sejarah? mungkin anda sekalian ada yang tidak tau wacana apa itu Sejarah mata pelajaran IPS yang kita pelajari di dingklik sekolah.disini kita akan membahas wacana pengertian Sejarah itu sendiri..

Pengertian Sejarah - Dalam bahasa Indonesia sanggup berarti riwayat insiden masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal undangan keturunan (terutama untuk raja-raja yang memerintah).

Umumnya sejarah atau ilmu sejarah diartikan sebagai gosip mengenai insiden yang sudah lampau. Sebagai cabang ilmu pengetahuan, mempelajari sejarah berarti mempelajari dan menerjemahkan gosip dari catatan-catatan yang dibentuk oleh orang perorang, keluarga, dan komunitas. Pengetahuan akan sejarah melingkupi: pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis.

 mungkin anda sekalian ada yang tidak tau wacana apa itu Sejarah mata pelajaran IPS yang  Pengertian Sejarah ( Materi Sejarah )

Dahulu, pembelajaran mengenai sejarah dikategorikan sebagai kepingan dari Ilmu budaya (Humaniora). Akan tetapi, di ketika kini ini, Sejarah lebih sering dikategorikan sebagai Ilmu sosial, terutama bila menyangkut perunutan sejarah secara kronologis.

Ilmu sejarah mempelajari banyak sekali insiden yang berafiliasi dengan kemanusiaan di masa lalu. Sejarah dibagi ke dalam beberapa sub dan kepingan khusus lainnya menyerupai kronologi, historiograf, genealogi, paleografi, dan kliometrik. Orang yang mengkhususkan diri mempelajari sejarah disebut sejarawan.
Ilmu sejarah juga disebut sebagai Ilmu tarikh atau Ilmu babad.

Karena lingkup sejarah sangat besar, perlu penjabaran yang baik untuk memudahkan penelitian. Bila beberapa penulis, menyerupai H. G. Wells, Will dan Ariel Durant, menulis sejarah dalam lingkup umum, kebanyakan andal sejarah mempunyai keahlian dan spesialisasi masing-masing.
Ada banyak cara untuk memilah gosip sejarah, misalnya:
  • Berdasarkan kurun waktu (kronologis)
  • Berdasarkan wilayah (geografis)
  • Berdasarkan negara (nasional)
  • Berdasarkan kelompok suku bangsa (etnis)
  • Berdasarkan topik/pokok bahasan (topikal)
Banyak orang yang mengkritik Ilmu Sejarah. Menurut mereka sejarah sering kali terlalu terpaku pada kejadian-kejadian politik, konflik bersenjata, dan orang-orang terkenal. Sejarah, berdasarkan mereka, kurang memperhatikan perubahan penting dalam hal pemikiran manusia, teknologi, serta kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat — hal-hal yang sangat penting untuk diketahui pula. Akan tetapi, perkembangan Ilmu Sejarah kini ini semakin berusaha untuk memperbaikinya.

Ahli sejarah mendapat gosip mengenai masa lampau dari banyak sekali sumber, menyerupai catatan yang ditulis atau dicetak, mata uang atau benda bersejarah lainnya, bangunan dan monumen, serta dari wawancara (yang sering disebut sebagai “sejarah penceritaan”, atau oral history dalam bahasa Inggris). Untuk sejarah moderen, sumber-sumber utama gosip sejarah adalah: foto, gambar bergerak (misalnya: film layar lebar), audio, dan rekaman video. Tidak semua sumber-sumber ini sanggup dipakai untuk penelitian sejarah, alasannya tergantung pada periodeyang hendak diteliti atau dipelajari. Penelitian sejarah juga bergantung pada historiografi, atau cara pandang sejarah, yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Ada banyak alasan mengapa orang menyimpan dan menjaga catatan sejarah, termasuk: alasan administratif (misalnya: keperluan sensus, catatan pajak, dan catatan perdagangan), alasan politis (guna memberi kebanggaan atau kritik pada pemimpin negara, politikus, atau orang-orang penting), alasan keagamaan, kesenian, pencapaian olah raga (misalnya: rekor Olimpiade), catatan keturunan (genealogi), catatan pribadi (misalnya surat-menyurat), dan hiburan.
Dulu, penelitian wacana sejarah terbatas pada penelitian atas catatan tertulis atau sejarah yang diceritakan. Akan tetapi, seiring dengan peningkatan jumlah akademik profesional serta pembentukan cabang ilmu pengetahuan yang gres sekitar kala ke-19 dan 20, terdapat pula gosip sejarah baru. Arkeologi, antropologi, dan cabang-cabang ilmu sosial lainnya terus mengatakan gosip yang baru, serta mengatakan teori-teori gres wacana sejarah manusia. Banyak andal sejarah yang bertanya: apakah cabang-cabang ilmu pengetahuan ini termasuk dalam ilmu sejarah, alasannya penelitian yang dilakukan tidak semata-mata atas catatan tertulis? Sebuah istilah baru, yaitu prasejarah, dikemukakan. Istilah “pra-sejarah” dipakai untuk mengelompokkan cabang ilmu pengetahuan yang meneliti periode sebelum ditemukannya catatan sejarah tertulis.
Baca : Rangkuman Materi Pelajaran IPS
Pada kala ke-20, pemisahan antara sejarah dan pra-sejarah mempersulit penelitian. Ahli sejarah waktu itu mencoba meneliti lebih dar sekadar narasi sejarah politik yang biasa mereka gunakan. Mereka mencoba meneliti memakai pendekatan baru, menyerupai pendekatan sejarah ekonomi, sosial, dan budaya. Semuanya membutuhkan majemuk sumber. Di samping itu, andal pra-sejarah menyerupai Vere Gordon Childe memakai arkeologi untuk menjelaskan banyak kejadian-kejadian penting di tempat-tempat yang biasanya termasuk dalam lingkup sejarah (dan bukan pra-sejarah murni). Pemisahan menyerupai ini juga dikritik alasannya mengesampingkan beberapa peradaban, menyerupai yang ditemukan di Afrika Sub-Sahara dan di Amerika sebelum kedatangan Columbus.
Akhirnya, secara perlahan-lahan selama beberapa dekade belakangan ini, pemisahan antara sejarah dan prasejarah sebagian besar telah dihilangkan.

Sekarang, tidak ada yang tahu niscaya kapan sejarah dimulai. Secara umum sejarah diketahui sebagai ilmu yang mempelajari apa saja yang diketahui wacana masa kemudian umat insan (walau sudah hampir tidak ada pemisahan antara sejarah dan pra-sejarah, ada bidang ilmu pengetahuan gres yang dikenal dengan Sejarah Besar). Kini sumber-sumber apa saja yang sanggup dipakai untuk mengetahui wacana sesuatu yang terjadi di masa lampau (misalnya: sejarah penceritaan, linguistik, genetika, dan lain-lain), diterima sebagai sumber yang sah oleh kebanyakan andal sejarah.

Kata “sejarah” secara harafiah berasal dari kata Arab (شجرة: šajaratun) yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri sejarah disebut تاريخ (tarikh). Kata “tarikh” dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih yaitu “waktu”.

Historiografi yaitu adalah ilmu yang meneliti dan mengurai gosip sejarah berdasarkan sistem doktrin dan filsafat. Walau tentunya terdapat beberapa bias (pendapat subjektif) yang hakiki dalam semua penelitian yang bersifat historis (salah satu yang paling besar di antaranya yaitu subjektivitas nasional), sejarah sanggup dipelajari dari sudut pandang ideologis, misalnya: historiografi Marxisme.
Ada pula satu bentuk pengandaian sejarah (spekulasi mengenai sejarah) yang dikenal dengan sebutan “sejarah virtual” atau “sejarah kontra-faktual” (yaitu: dongeng sejarah yang berlawanan — atau kontra — dengan fakta yang ada). Ada beberapa andal sejarah yang memakai cara ini untuk mempelajari dan menjelajahi kemungkinan-kemungkinan yang ada apabila suatu insiden tidak berlangsung atau malah sebaliknya berlangsung. Hal ini menyerupai dengan jenis dongeng fiksi sejarah alternatif.

Ahli-ahli sejarah terkemuka yang membantu menyebarkan metode kajian sejarah antara lain: Leopold von Ranke, Lewis Bernstein Namier, Geoffrey Rudolf Elton, G. M. Trevelyan, dan A. J. P. Taylor. Pada tahun 1960an, para andal sejarah mulai meninggalkan narasi sejarah yang bersifat epik nasionalistik, dan menentukan memakai narasi kronologis yang lebih realistik.

Ahli sejarah dari Perancis memperkenalkan metode sejarah kuantitatif. Metode ini memakai sejumlah besar data dan gosip untuk menelusuri kehidupan orang-orang dalam sejarah.
Ahli sejarah dari Amerika, terutama mereka yang terilhami zaman gerakan hak asasi dan sipil, berusaha untuk lebih mengikutsertakan kelompok-kelompok etnis, suku, ras, serta kelompok sosial dan ekonomi dalam kajian sejarahnya.
Dalam beberapa tahun kebelakangan ini, ilmuwan posmodernisme dengan keras mempertanyakan keabsahan dan perlu tidaknya dilakukan kajian sejarah. Menurut mereka, sejarah semata-mata hanyalah interpretasi pribadi dan subjektif atas sumber-sumber sejarah yang ada. Dalam bukunya yang berjudul In Defense of History (terj: Pembelaan akan Sejarah), Richard J. Evans, seorang profesor bidang sejarah moderen dari Univeritas Cambridge di Inggris, membela pentingnya pengkajian sejarah untuk masyarakat.

Sejarah yaitu topik ilmu pengetahuan yang sangat menarik. Tak hanya itu, sejarah juga mengajarkan hal-hal yang sangat penting, terutama mengenai: keberhasilan dan kegagalan dari para pemimpin kita, sistem perekonomian yang pernah ada, bentuk-bentuk pemerintahan, dan hal-hal penting lainnya dalam kehidupan insan sepanjang sejarah. Dari sejarah, kita sanggup mempelajari apa saja yang mempengaruhi kemajuan dan kejatuhan sebuah negara atau sebuah peradaban. Kita juga sanggup mempelajari latar belakang alasan acara politik, imbas dari filsafat sosial, serta sudut pandang budaya dan teknologi yang bermacam-macam, sepanjang zaman.
Salah satu kutipan yang paling populer mengenai sejarah dan pentingnya kita berguru mengenai sejarah ditulis oleh seorang filsuf dari Spanyol, George Santayana. Katanya: “Mereka yang tidak mengenal masa lalunya, dikutuk untuk mengulanginya.”

Filsuf dari Jerman, Georg Wilhelm Friedrich Hegel mengemukakan dalam pemikirannya wacana sejarah: “Inilah yang diajarkan oleh sejarah dan pengalaman: bahwa insan dan pemerintahan tidak pernah berguru apa pun dari sejarah atau prinsip-prinsip yang didapat darinya.” Kalimat ini diulang kembali oleh negarawan dari Inggris Raya, Winston Churchill, katanya: “Satu-satunya hal yang kita pelajari dari sejarah yaitu bahwa kita tidak benar-benar berguru darinya.”
Winston Churchill, yang juga mantan jurnalis dan seorang penulis memoar yang berpengaruh, pernah pula berkata “Sejarah akan baik padaku, alasannya saya akan menulisnya.” Tetapi sepertinya, ia bukan secara literal merujuk pada karya tulisnya, tetapi sekadar mengulang sebuah kutipan mengenai filsafat sejarah yang terkenal: “Sejarah ditulis oleh sang pemenang.” Maksudnya, seringkali pemenang sebuah konflik kemanusiaan menjadi lebih berkuasa dari taklukannya. Oleh alasannya itu, ia lebih bisa untuk meninggalkan jejak sejarah — dan pemelesetan fakta sejarah — sesuai dengan apa yang mereka rasa benar.

Pandangan yang lain lagi menyatakan bahwa kekuatan sejarah sangatlah besar sehingga mustahil sanggup diubah oleh perjuangan manusia. Atau, walaupun mungkin ada yang sanggup mengubah jalannya sejarah, orang-orang yang berkuasa biasanya terlalu dipusingkan oleh masalahnya sendiri sehingga gagal melihat citra secara keseluruhan.
Masih ada pandangan lain lagi yang menyatakan bahwa sejarah tidak pernah berulang, alasannya setiap insiden sejarah yaitu unik. Dalam hal ini, ada banyak faktor yang menjadikan berlangsungnya suatu insiden sejarah; mustahil seluruh faktor ini muncul dan terulang lagi. Maka, pengetahuan yang telah dimiliki mengenai suatu insiden di masa lampau tidak sanggup secara tepat diterapkan untuk insiden di masa sekarang. Tetapi banyak yang menganggap bahwa pandangan ini tidak sepenuhnya benar, alasannya pelajaran sejarah tetap sanggup dan harus diambil dari setiap insiden sejarah. Apabila sebuah kesimpulan umum sanggup dengan seksama diambil dari insiden ini, maka kesimpulan ini sanggup menjadi pelajaran yang penting. Misalnya: kinerja respon darurat musibah sanggup terus dan harus ditingkatkan; walaupun setiap insiden musibah memang, dengan sendirinya, unik.
Baca : Pengertian Geografi
Cukup sekian dari saya wacana Materi IPS khususnya dalam pembahasan Pengertian Sejarah. Semoga sanggup bermanfaat untuk anda semua, mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan ataupun pembahasan. Terimakasih.

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔